Menu

11. BAGAIMANA MEMBUAT WAWANCARA AUDIO?

Audio merupakan alat yang sangat sesuai untuk dipakai di web, di mana penyampaian reaksinya bersifat lentur. Selain menjadi media streaming, internet juga merupakan media di mana orang berbagi pengalaman. Dalam hal ini, banyak persamaan dengan radio, di mana interaksi dengan publik, yang dapat menyuarakan pendapat juga, sudah terbukti keampuhannya.

TELEPON ATAU PEREKAM AUDIO?

Idealnya, wawancara dilakukan empat mata dengan narasumber. Namun karena desakan waktu atau adanya jarak, seringkali dilakukan lewat telepon. Dalam keadaan seperti ini, ada baiknya mengubah komputer kita menjadi telepon perekam. Skype salah satu software yang paling terkenal, dengan syarat juga dimiliki oleh lawan bicara.

Anda juga bisa pakai cara derivasi yaitu telepon disambung langsung ke komputer sehingga pembicaraan dapat direkam. Hati-hati, peralatan yang dijual bebas di Amerika Serikat ini tidak diizinkan di semua negara. Software gratis macam X-lite juga menawarkan jasa yang sama.

Jika ada kesempatan melakukan wawancara yang berhadapan langsung dengan narasumber, jangan dilewatkan. Hasil wawancara seperti itu selalu lebih baik, dari segi bentuk (kualitas suara) maupun isi (kualitas pertanyaan dan jawaban). Di sini juga, tersedia berbagai macam mesin di pasaran, mulai dari smartphone sampai Nagra profesional. Termasuk, semua jenis perekam audio digital. Harganya terjangkau dan sudah sangat memadai untuk melakukan wawancara klasik.

MENGEDIT WAWANCARA DENGAN SOFTWARE GRATIS

Begitu wawancara sudah dilaksanakan, harus dibuat bentuk finalnya: memilih cuplikan-cuplikan terbaik, diedit, disajikan kepada pengguna internet. Untuk mengerjakan hal ini, Audacity punya kelebihan, yaitu gratis, mudah dipakai, dan dapat dipahami bahkan oleh orang yang seumur hidup belum pernah mengedit rekaman audio. Menggunakan logika yang sama dengan text editing dan tersedia panduan yang efisien.

Begitu derushing wawancara sudah dikerjakan, yaitu mendengarkan dan membuat pra-seleksi berbagai cuplikan, harus dipilih yang paling signifikan, dalam format pendek.

  • Di atas 1 menit, perhatian pengguna terpecah-pecah. Jadi, kecuali itu dokumen yang luar biasa, batasi formatnya pada 30 detik sampai 1 menit.
  • Dari situ, anda boleh menyajikan beberapa rekaman audio, asal masih dalam batasan wajar (tidak lebih dari 5 cuplikan dalam artikel yang panjangnya normal).

MENYISIPKAN REKAMAN AUDIO KE DALAM ARTIKEL

Berbalikan dari liputan radio, bukan cuplikan audio yang dijadikan kerangka artikel internet. Fungsinya untuk menggambarkan dan memberikan wujud pada sebuah pokok pikiran. Kadang-kadang, boleh memperdengarkan suara suasana, suara lingkungan, tapi jangan pernah melenceng dari informasi utama. Ingatlah untuk menaati aturan format audiovisual di mana satu rekaman audio = satu gagasan. Tidak lebih, tidak kurang.