Menu

13. BAGAIMANA MEMBUAT SLIDESHOW

Membuat seri gambar dan disusun secara koheren dengan editing yang sesuai. Inilah cara cerdas merehabilitasi foto di era digital. Teknik-teknik yang tersedia memudahkan, meringankan, dan menyenangkan.

INGAT SLIDESHOW-NYA KETIKA MEMOTRET

Tidak semua orang mampu menjadi reporter foto. Tetapi, semua wartawan web harus mampu memuat foto yang informatif tentang sebuah peristiwa. Kita ambil contoh klasik demonstrasi. Untuk meliput tema ini, wajib menyiapkan kamera foto digital dan / atau smartphone. Dan yang sangat penting, menyediakan waktu yang cukup untuk memotret. Mengapa?

  • Karena pembuatan slideshow menuntut kita pulang dengan membawa sejumlah besar foto, agar bisa memilihnya nanti sehingga punya kebebasan yang lebih besar saat editing.
  • Karena yang diperlukan ialah foto-foto dengan perspektif yang beraneka-ragam (crowd shot, establishing shot, long shot, close-up), berhubung peralihan gambar akan lebih hidup jika ada variasinya.
  • Karena pada akhirnya anda dapat memperkaya arsip foto yang bisa digunakan sebagai ilustrasi dalam artikel-artikel lainnya.

Sebelum berangkat meliput peristiwa, pikirkan terlebih dahulu bagaimana akan diceritakan dalam bentuk foto, tanpa melupakan bahwa kemampuan improvisasi dan mendengarkan tetap jadi pakem yang mengarahkan sang reporter. Semakin kita mengantisipasi peristiwa, semakin berbobotlah penggarapannya.

APA ALATNYA?

Kembali ke redaksi, begitu selesai memotret, foto harus ditransfer di komputer (lewat email, MMS, atau kabel USB). Kemudian, sebaiknya dibenahi dengan software macam GIMP, untuk diformat ulang dan jikak perlu diperbaiki kekurangannya.

Ada banyak software untuk membuat slideshow. Yang dikembangkan oleh Google bernama Picasa3. Pemakaiannya cukup intuitif dan praktis. Begitu sudah diunduh, software-nya akan membuat file dengan foto-foto yang ada dalam hardisk anda.

Tab “Create video clip presentation” di kotak tengah, meluncurkan editing interface untuk gambar-gambar dalam file yang dipilih. Ini dapat menyeleksi foto, mencantumkan caption, menambahkan musik atau komentar audio, dan juga mengatur transisi dan durasi tampilan setiap gambar.

Di akhir setiap operasi, jangan lupa mengklik tombol “Export clip” untuk menyimpan hasil editing-nya dalam format Wmv. Kode file ini bisa dipakai untuk mengekspornya.

Secara umum, gambarnya jangan terlalu banyak, dan usahakan agar waktu tayangnya tidak melampaui total 2 menit, karena berisiko menjenuhkan pengguna. Harus selektif!