Menu

03. MENGGUNAKAN JEJARING SOSIAL

Jeraring sosial bermanfaat besar bagi para wartawan web. Membuka peluang untuk memperoleh informasi-informasi yang belum diberitakan pers, memeriksa kebenarannya dengan menanyakan pada sumber-sumber lainnya, dan juga mendayagunakan secara langsung pengetahuan publik. Asal, kita hadir di antara mereka.

MENCARI INFORMASI KE SUMBER-SUMBER YANG TEPAT

Seperti media-media lainnya, di internet ada sumber yang dapat dipercaya maupun yang tidak dapat dipercaya. Untuk menilainya, diperlukan keahlian sebagai wartawan, tetapi itu saja tidak cukup. Harus sering-sering dan banyak-banyak “mempraktekkan” jejaring tersebut (Facebook, Twitter, dan lain sebagainya) dengan membuka akun atas nama media anda, dan juga akun pribadi. Hubungan pribadi dan langsung antara wartawan dan pembacanya merupakan faktor partisipasi yang kuat untuk menghasilkan berita. Dengan sering bergaul di jejaring tersebut, lama-lama anda dapat mengidentifikasi mana sumber-sumber yang dapat diandalkan dan berbobot untuk tema-tema tertentu. Masing-masing menjadi semacam pengawas permanen untuk tema aktualita yang anda minati.

MEMERIKSA SEBUAH AKUN…

Hati-hati dengan akun palsu! Setiap kali ada peristiwa besar, ada orang-orang tertentu yang menyebarkan informasi-informasi palsu lewat akun fiktif. Misalnya, hal ini sering terjadi dalam kasus orang gila yang membunuh orang-orang tak bersalah atau memasang bom. Untuk memeriksa profil sebuah akun, ada piranti lunak gratis yang bisa digunakan dengan mudah untuk Facebook dan Twitter.

Cara lain memastikan kebenaran sebuah informasi: bertanya kepada komunitas pembaca kita. Contohnya, yang pertama mendeteksi gambar Osama Bin Laden yang dipalsukan ketika kematiannya diumumkan tahun 2011 adalah pengguna Twitter. Semakin luas komunitas anda, semakin punya kemampuan mendeteksi rumor, memilah informasi yang benar dari yang bohong.

MEMINTA TESTIMONI

Cara lain menggunakan jejaring sosial untuk mengumpulkan informasi, dengan meminta testimoni. Ini sangat cocok untuk tema-tema masyarakat. Misalnya, jika ingin mengetahui opini tentang sebuah praktek sosial baru. Hindari pertanyaan tertutup macam: Anda mendukung atau menolak hukuman mati? Buatlah pertanyaan terbuka seperti: Bagaimana pendapat anda mengenai hukuman mati? Ini akan menjaring lebih banyak tukar-pikiran dan pengalaman yang menarik untuk diangkat dan dibahas dalam artikel. Dan terakhir, jangan lupa mengatur permintaan testimoni tersebut, jika tidak ada risiko mendapatkan komentar-komentar yang tak diinginkan.

Konkritnya, lebih efisien menyebarkan permintaan testimoni lewat akun resmi media anda daripada lewat akun pribadi. Tetapi, jika sebagai wartawan anda dikenal sebagai pakar topik garapan tersebut, maka pembaca anda pastinya lebih berkualifikasi untuk menjawab panggilan itu. Jika keadaannya memang demikian, makan gunakanlah akun pribadi anda.