Menu

07. INFORMASI MULTIMEDIA TERUS BEREVOLUSI

Di internet, definisi artikel berbeda dari media-media lain. Dari Tweet yang paling simpel sampai analisis yang paling mendalam, artikel multimedia on-line adalah proses informasi berubah, berevolusi seiring dengan waktu. Sehingga, wartawan pun dituntut merevisinya secara konstan.

DI WEB, SEBUAH ARTIKEL TAK PERNAH SELESAI

Internet merupakan media streaming yang tak pernah berhenti. Berbeda dengan televisi dan radio (sama-sama streaming), tidak ada jam-jam tetap, barangkali karena web lahir pada era globalisasi, di mana aktualita berubah 24 jam sehari. Dalam praktek, artinya informasi bisa dipublikasikan kapan saja, dari pagi hingga malam. Tidak ada gunanya “menahan” sebuah informasi, walaupun ada jam-jam di mana traffic-nya lebih ramai.

Kini, semakin sering informasi diawali dengan link menuju… Tweet dengan 140 karakter. Seperti kasus kematian Michael Jackson, diumumkan pertama kali lewat pesan yang disebarkan lewat Twitter oleh sebuah situs informasi pure-player yang spesialisasinya adalah kehidupan selebritis:

“BREAKING – TMZ.com: Michael Jackson rushed to LA hospital following cardiac arrest”.

Dalam kurun waktu 24 jam berikutnya, traffic Twitter berlipat-ganda dan Facebook berkali 3, menandakan betapa informasi ini ramai dibicarakan. Esoknya, harian-harian paling besar di dunia dapat menulis berita kematian berikut riwayat yang sangat lengkap untuk pembaca. Dua tahun kemudian, dokter yang merawat sang bintang selama jam-jam yang mendahului kematiannya disidang dan dihukum oleh pengadilan Los Angeles. Kisah ini menggambarkan dengan baik arti dari artikel yang terus berevolusi, di mana isinya semakin kaya seiring dengan perkembangan informasi. Ini juga berlaku untuk jangka panjang.

BAGAIMANA MEMASUKKAN UPDATE YANG TERUS BERTAMBAH?

Salah satu tantangan jurnalisme on-line adalah membuat perubahan-perubahan informasi yang konstan itu menjadi terlihat dan konkrit. Jadi, sangat penting menandakan waktunya (hari, tahun, dan jam publikasi) dan tag yang menunjukkan isinya, agar pengguna dapat mengetahui posisinya di antara semua berita tersebut. Ini juga memberikan nilai sungguhan pada arsip-arsip anda. Setiap kali kematian Michael Jackson kembali ke permukaan, konten-konten anda akan “dipanggil” oleh mesin pencari dan dibaca atau dibaca ulang oleh pengguna.

Dalam konteks ini, wartawan harus tunduk pada dua aturan:

  • mengakui bahwa kita salah ketika seorang pengguna memberitahukannya
  • membuat kesalahan itu terlihat, misalnya dengan menunjukkan di bagian bawah artikel perubahan(-perubahan) yang sudah dimasukkan.

Dengan disiplin macam ini, pembaca semakin menghargai anda dan kerendah-hatian di kalangan wartawan juga semakin nyata.