Menu

09. PRINSIP-PRINSIP UTAMA PENULISAN

Seperti membaca, menulis on-line tunduk pada aturan-aturan yang sangat berbeda dengan yang berlaku di kertas. Harus bisa singkat, sederhana, konkrit, dan imajinatif karena inilah yang diperlukan dalam tulisan web. Untuk itu, ada sejumlah aturan yang perlu dikuasai, mulai dari bagaimana menggunakan hypertext link.

PRINSIP-PRINSIP DASAR

Web tidak berbeda dari jurnalisme secara umum, dalam artian tetap menggunakan aturan-aturan penulisan yang diambil dari agensi pers dan radio. Maka, artikel harus menaati:

  • Skema piramida terbalik, di mana informasi yang paling penting dimasukkan semenjak kalimat pertama, dan biasanya mulai dari yang umum menuju ke yang khusus.
  • Hukum tradisional 5W (Who, What, Where, When, Why) yang harus ditempatkan di awal artikel.
  • Gaya tulis yang langsung, singkat dan tepat, padat informasi, dan tanpa kata keterangan (adverbia) yang tidak diperlukan, menggunakan kata-kata kunci dalam kalimat-kalimat pendek, yang strukturnya aktif dan bukannya pasif.

Selain prinsip mendasar di atas, tulisan web berbeda dari segi:

  • Paragraf-paragraf singkat dan terpisah dengan jelas, di mana setiap paragraf mengedepankan 1 gagasan saja dan tidak lebih, dalam kerangka argumentasi-analisis-contoh.
  • Sering menggunakan kode tipografi (bold, underline, italic), daftar poin-poin (seperti di sini), dan blok-blok kutipan terpisah, agar entry point teks semakin banyak.
  • Menggunakan hypertext link secara teratur namun tidak berlebihan, untuk kedalaman semantik teksnya.
  • Terakhir, sebaiknya hindari bermain kata-kata (terutama dalam judul), karena tidak dipahami mesin pencari…

BAGAIMANA HYPERTEXT LINK YANG BAIK?

Hypertext link sebuah artikel web berperan sebagai referensi semantik, setara dengan catatan kaki dalam buku-buku yang bermutu. Sebaiknya tidak banyak-banyak, atau tidak kurang juga. Dalam artikel berformat klasik (3000 sampai 5000 karakter), rata-rata menampilkan antara 5 sampai 10. Maka, ada bagusnya dipilih-pilih dengan tepat. Seperti apa? Hypertext link dapat dimanfaatkan untuk:

  • Memberikan definisi sebuah istilah yang kita anggap kurang dikenal publik.
  • Menyediakan perpanjangan dari gagasan pokok sebuah pemikiran.
  • Mengirim pembaca ke sumber yang dianggap penting untuk memahami sebuah informasi.

Untuk memenuhi tujuan-tujuan tersebut, penting sekali memilih dengan baik “tambat” link anda, yaitu kata-kata yang menampilkan link tersebut (lihat Lembar 4). Biasanya, ditulis lebih tebal, dalam warna lain, atau digarisbawahi. Tambatnya jangan terlalu panjang (tidak pernah lebih dari 1 kalimat), jangan terlalu pendek (minimal 3 kata), dan pastinya langsung berkaitan dengan konten tujuan pengiriman.

MEMBUAT REFERENCING YANG BAIK DAN WAJAR

Dengan mengikuti sebaik-sebaiknya aturan di atas, anda akan membuat referencing yang wajar, lewat tulisan. Maksudnya, mesin-mesin pencari akan “memperhatikan” dengan lebih baik artikel-artikel anda karena menaati setepat-tepatnya kata-kata kunci, terutama dalam judul, sub-judul, dan 70 karakter pertama kepala artikel.